Pemerintah Kecamatan Penyabungan Barat hari ini membuat gerakan melaksanakan launching Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga yg mendapat antusias dari Pemerintahan Desa diantaranya tahap awal ini dimulai dari desa Hutatonga BB dan Desa Runding yg nantinya akan diikuti oleh desa desa yg lain di Kec.Panyabungan Barat.
Kegiatan ini dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah sampah dari rumah menjadi sampah organik, anorganik dan residu yg nantinya akan dibawa oleh petugas yg telah dihunjuk,sampah organik dijadikan kompos,anorganik dijual dan tinggal sampah residu yg ke TPA. Dengan keterbatasan anggaran dan logistik yang tersedia, kegiatan ini melibatkan sekitar 10–15 rumah tangga sebagai percontohan.
Para peserta diharapkan dapat menjalankan pemilahan secara konsisten selama tiga bulan. Apabila dapat berjalan dengan baik, kegiatan ini akan dikembangkan pada tahun berikutnya, baik dari jumlah rumah tangga maupun sistem pengelolaannya, dengan harapan ke depan dapat tumbuh menjadi bank sampah di setiap desa.
Camat Penyabungan Barat menyampaikan bahwa program ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana: “Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” mulai manusia lahir sampai ajal menjemput kita selalu memproduksi sampah,dan untuk berubah tidak harus dimulai dalam skala besar. Lima belas rumah tangga hari ini bukan tidak mungkin berkembang menjadi 50 rumah tangga, kemudian menjadi satu desa yang mampu menjadi contoh bagi desa lainnya.
“Kita mulai dari yang kecil, kita jaga konsistensinya, kemudian kita kembangkan. Mudah-mudahan apa yang kita mulai hari ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa dan kecamatan lainnya,” ujar Camat Penyabungan Barat.
Launching ini menjadi langkah awal Pemerintah Kecamatan Penyabungan Barat dalam membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah, oleh masyarakat, dan untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.